Thursday , 24 September 2020 4:41
Home / Uncategorized / Ancelotti: Milan Tahun 2005 Lebih Baik Dari Saat Milan Memenangkan Liga Champions
foto: dailymail.co.uk

Ancelotti: Milan Tahun 2005 Lebih Baik Dari Saat Milan Memenangkan Liga Champions

LIVERPOOL – Pelatih legendaris asal Italia, Carlo Ancelotti pernah dua kali mempersembahkan gelar Liga Champions untuk AC Milan di tahun 2003 dan 2007. Namun, pria yang kini menukangi Everton itu mengakui bahwa skuadnya pada tahun 2005 merupakan yang terbaik.

Seperti diketahui pada musim 2004/2005, AC Milan hanya tinggal harus mengalahkan Liverpool untuk mendapatkan gelar Liga Champions. Semua berjalan dengan sangat manis saat Rossoneri mampu unggul hingga 3 gol. Namun pertandingan berubah menjadi anti klimaks kala Liverpool berhasil menyamakan kedudukan di paruh kedua dan bahkan berbalik menang di babak adu penalty.

Sementara itu di tahun 2003, Milan sukses menggondol gelar Liga Champions setelah mengalahkan Juventus di babak final.

Dan terakhir di tahun 2007, Milan berhasil melakukan misi balas dendam atas Liverpool. Pada saat itu Ricardo Kaka dkk berhasil menang dengan skor 2-1. Namun uniknya, bagi Ancelotti skuad Milan pada tahun 2005 merupakan skuad terbaik yang pernahia asuh.

“Skuad Milan pada 2007 secara teknis lebih rendah dari tim yang saya miliki pada 2005. Pada 2007, kami memiliki motivasi yang luar biasa. Kami menang melalui motivasi daripada kualitas.” pungkas Ancelotti pada wawancara di Instagramnya.

“Skuad 2005 juga lebih baik daripada skuad pada 2003. Bagi saya mereka tetap merupakan tim terbaik dengan permainan terbaik di babak Final.”

“Saya menyaksikan pertandingan final [Istanbul] kembali 10 tahun kemudian. Kami juga bermain dengan sangat baik di waktu tambahan. Jamie Carragher mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin mengakhirinya di babak adu penalti.”

Ancelotti memang lebih terkenal di Milan saat memandu mereka di kompetisi Eropa, pasalnya pria berusia 60 tahun itu hanya sekali mempersembahkan scudetto ke San Siro.

“Saya tidak memenangkan banyak gelar liga, kompetisi itu adalah soal konsistensi.”

“Pada tahun 2004, kami menghadapi Roma dan Juventus lalu menang. Kami memiliki kampanye yang konsisten pada tahun itu. Satu-satunya kesulitan yang datang adalah pertandingan menghadapi Deportivo La Coruna lalu pertandingan menghadapi Udinese.”

Baca Juga

Andre Onana, Ajax Amsterdam

Ajax Amsterdam Siap Lepas Andre Onana

Manajer Ajax Amsterdam, Erik Ten Hag, angkat bicara terkait masa depan Andre Onana yang mana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *