Saturday , 24 October 2020 16:28
Home / Premier League / Gary Cahill Ungkapkan Keretakan Hubungan Dengan Maurizio Sarri Saat Di Chelsea
foto: metro.co.uk

Gary Cahill Ungkapkan Keretakan Hubungan Dengan Maurizio Sarri Saat Di Chelsea

LONDON – Mantan kapten Chelsea, Gary Cahill mengaku bahwa hubunganya dengan Maurizio Sarri saat keduanya berada pada satu klub tidaklah baik. Menurut Cahill, Sarri sama sekali tidak memberikannya kesempatan untuk membuktikan diri.

Seperti diketahui Maurizio Sarri bergabung bersama Chelsea pada musim panas 2018 lalu. Meski memenangkan gelar Liga Eropa, namun umur sari di Stamford Bridge tidaklah panjang. Ia berpisah dengan Chelsea hanya satu tahun setelah didatangkan. Chelsea menunjuk Frank Lampard dan Sarri kembali ke Italia bersama Juventus.

Namun selama masanya di Chelsea, Sarri diakui meninggalkan kesan yang buruk kepada Gary Cahill. Sejalan dengan usia Cahill yang juga telah menginjakan 33 tahun saat itu, karirnya dibawah Sarri mengalami penurunan derastis.

Tercatat selama satu musim, pemain yang kini membela Crystal Palace hanya mendapat jatah delapan kali bermain di semua ajang, dua diantaranya di ajang Liga Premier Inggris. Perolehan itu diketahui sangat minim jika dibandingkan dengan musim sebelumnya, dimana dia memainkan 43 pertandingan secara keseluruhan.

“Kami bermain di Piala Dunia 2018 dan perjalanan kami sampai ke semi-final, sehingga saya melewatkan pertandingan pra-musim, yang saya merupakan bagian penting.” pungkas Cahill pada Daily Mail.

“Dia adalah orang yang kuat dengan taktik, mungkin terlalu kuat, dan saya melewatkan waktu-waktu itu. Jujur saja saya tertinggal.”

“Di pertengahan musim, hubungan hubungan kami merenggang dan saya tidak berpikir hubungan ini akan bisa membaik.”

“Sulit untuk menghormati beberapa hal yang dia lakukan. Tapi saya sangat menghormati klub, dan para pemain disana. Sebagai tokoh besar, sebagai kapten, saya melakukan segala hal dengan cara yang salah.”

“Apakah menghadapi situasi itu mudah? Tidak. Saya merasakan situasi yang paling sulit pada mental saya, karena itu berlangsung untuk waktu yang lama.”

“Hal yang paling menyedihkan adalah ketika anda tidak dimainkan tanpa alasan. Saya tidak mendapatkan kesempatan.”

“Ada hasrat membara dalam diri saya. ‘Beri saya lima pertandingan dan dia akan mendapatkan hasilnya’. Itu kesombongan yang harus kau miliki. Masalahnya adalah dia tidak pernah memberiku kesempatan itu.”

Baca Juga

Arsenal, Thomas Partey

Tampil Apik, Thomas Partey Banjir Pujian

London – Punggawa Arsenal, Thomas Partey tampil impresif dalam laga debutnya sebagai starter bersama The …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *