Sunday , 29 March 2020 7:06
Home / Serie A / Ini Alasan Legenda Milan Tolak Tawaran jadi Direktur Klub
Foto: Andy Hooper

Ini Alasan Legenda Milan Tolak Tawaran jadi Direktur Klub

Mantan bek kiri Timnas Italia dan legenda AC Milan, Paolo Maldini, mengungkapkan secara panjang lebar keputusannya menolak tawaran mengisi posisi sebagai Direktur Teknik oleh pemilik klub Rossoneri yang baru.

Selain menegaskan bantahannya soal tuntutan besaran gaji seperti yang didengung-dengungkan media, Maldini juga menandaskan sikap independen yang selalu dijunjungnya merupakan prinsip dasar dari penolakannya.

“Milan selalu berada di hati saya,” ujar Maldini. “Sejarah saya, sejarah ayah saya (Cesare Maldini), adalah buktinya. Tidak ada seorang pun yang bisa menghapus keterikatan itu,” imbuhnya.

Karena keterikatan itulah, menurut Maldini, ia bersikap hati-hati saat menimbang tawaran dari Sino-Europe Sports, konsorsium asal Tiongkok yang pada Agustus lalu, resmi mengakuisisi saham klub dari tangan Silvio Berlusconi.

“Tentu saja, sangat mudah untuk menerima tawaran dan mengatakan ‘iya’. Tapi, saya tidak bisa berlaku seperti itu. Saya harus menghormati nilai-nilai yang saya miliki, saya harus respek dengan para pendukung klub. Pendek kata, saya harus respek pada Milan dan diri sendiri,” tegas Maldini.

Maldini mengakui faktor gaji merupakan konsekuensi dari sebuah pekerjaan profesional. Tapi, “Saya tidak pernah menuntut soal itu. Saya tegaskan pada pertemuan pertama, bahwasanya definisi peran yang akan saya emban menjadi pintu masuk bagi kemungkinan diadakannya kerja sama (menerima tawaran). Namun, bagaimana saya bisa menilai sebuah tawaran jika tanggung jawab dari tawaran itu tidak pernah disampaikan?”

Lebih terperinci, Maldini menunjuk ketidaksepakatannya dengan CEO Marco Fassone soal kebijakan klub, menjadi faktor utama di balik keputusannya menampik tawaran Milan.

“Saya tidak pernah meminta diberikan peran seperti yang diemban (Adriano) Galliani, seperti CEO dengan kekuasaan yang penuh. Saya ditawari jabatan Direktur Teknik. Dalam skema organisasi klub, Direktur Teknik akan menentukan strategi pembelian atau penjualan pemain bersama-sama Direktur Olahraga, sosok yang akan diangkat sendiri oleh CEO.”

“Saya ajukan pertanyaan krusial kepada CEO (Fassone). Apa yang akan terjadi jika kami (Direktur Teknik dan Direktur Olahraga) berbeda pendapat? Fassone menyebutkan dirinya yang akan memutuskan,” terang Maldini.

Karenanya, “Saya katakan pada Fassone bahwa kebijakan seperti itu bukanlah basis atau fondasi yang bagus untuk membangun dan membentuk sebuah tim juara. Dalam beberapa musim terakhir, dimana Milan memiliki CEO bersama (Galliani dan Barbara Berlusconi) seyogyanya dijadikan pelajaran,” tegas Maldini.

Baca Juga

Lautaro Martinez, Inter Milan

Diego Milito Puji Perkembangan Lautaro Martinez Bersama Inter Milan

Milan – Mantan punggawa Inter Milan, Diego Milito mengaku cukup bangga melihat perkembangan Lautaro Martinez …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *