Wednesday , 23 October 2019 20:48
Home / Serie A / Pelatih Atalanta Kecam Format Coppa Italia
Foto: goal.com

Pelatih Atalanta Kecam Format Coppa Italia

BERGAMO – Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, mengecam keras format yang diberlakukan di ajang Coppa Italia. Menurut Gasperini format kompetisi yang berlaku sekarang sangat kentara menguntungkan tim-tim elite.

Meskipun mampu memberikan perlawanan yang setimpal, pada Rabu (11/1) malam, Atalanta harus mengakui ketangguhan juara bertahan Juventus 2-3. Alhasil, La Dea pun tersingkir di babak 16 besar.

Gasperini mengaku tak terlalu kecewa dengan kekalahan tersebut. “Kami tampil sangat bagus di babak kedua. Saya bangga dengan performa kami seperti itu melawan klub setangguh Juventus. Kami terus menekan dan tetap percaya bisa memenangi pertandingan. Itulah yang sangat saya hargai dari perjuangan para pemain,” puji Gasperini.

Gasperini menolak jika kekalahan tersebut dikait-kaitkan dengan absennya dua gelandang muda Atalanta yang sejauh ini menjadi kunci kesuksesan klub di kancah Serie A sampai paruh pertama musim. Kedua pemain yang dimaksud adalah Roberto Gagliardini yang dilego ke Inter Milan dan Franck Kessie  yang tengah bertugas membela Pantai Gading di Piala Afrika 2017.

Gasperini lebih menunjuk pada format yang diberlakukan di ajang Coppa Italia. Menurut Gasperini, dengan format seperti sekarang ini, yang diuntungkan adalah klub-klub besar. “Jika kami bermain di Bergamo atau dengan format dua leg, saya yakin kami punya peluang yang lebih besar (lolos),” tandas Gasperini.

Seperti yang dilansir Calciomercato, kompetisi Coppa Italia memberlakukan dua fase, yakni fase pertama (yang terdiri dari empat putaran) dan fase kedua atau terakhir, yang terdiri dari babak 16 besar, 8 besar, semifinal, dan final.

Nah, tim-tim yang bertanding di babak 16 besar adalah 8 tim yang menempati posisi 1-8 klasemen Serie A di musim sebelumnya ditambah 8 klub pemenang putaran keempat. Sementara, Atalanta yang di musim lalu bertengger di peringkat ke-13, memulai turnamen dengan menjalani putaran ketiga di fase pertama (64 besar).

Yang dinilai tidak adil oleh Gasperini adalah adanya keuntungan bagi 8 tim yang menempati peringkat 1-8 klasemen akhir Serie A di musim sebelumnya, yaitu mendapat jatah memainkan partai babak 16 besar di kandangnya sendiri. “Dengan format seperti itu, terkesan tim-tim elite ‘diberikan jalan’ menuju semifinal,” ketus Gasperini.

Baca Juga

Emre Can Menuju Manchester United?

MANCHESTER – Kerap memanfaatkan situasi, Manchester United kabarnya menjadi destinasi favorit bagi gelandang Juventus, Emre …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *