Monday , 28 September 2020 13:19
Home / Serie A / Protokol Kesehatan Pemerintah Italia Mendapat Kecaman Dari Staff Medis Lazio
foto; radioradio.it

Protokol Kesehatan Pemerintah Italia Mendapat Kecaman Dari Staff Medis Lazio

ROMA – Kepala medis Lazio, Ivo Pulcini mempertanyakan soal keputusan protokol pemerintah terkait kasus COVID 19 untuk para pemain. Menurutnya keputusan itu merupakan keputusan yang konyol.

Komentar Pulcini itu mengarah kepada protokol pemerintah Italia yang menuntut karantina untuk seluruh anggota yang terlibat dalam pelatihan jika ada satu pemain yang mendapat hasil positif corona.

Protokol medis tersebut telah dikonfirmasi hari ini, yang berarti klub-klub Serie A dapat melanjutkan pelatihan kontak antar sesama pemain mulai hari Senin. FIGC sebelumnya telah merencanakan bahwa kompetisi akan digelar kembali pada 13 Juni.

Namun bagi Ivo Pulcini, keputusan itu merupakan keputusan yang konyol. Ia menggaris bawahi, jika ada satu pemain yang positif, maka tidak seharusnya pihak lain harus ikut menjalani karantina.

“Menempatkan seluruh pasukan dan staf di karantina jika satu orang dinyatakan positif, itu adalah keputusan yang benar-benar konyol, dalam pandangan saya,” kata ketua medis Lazio, Ivo Pulcini kepada Radio Radio.

“Komite ilmiah seperti tidak ingin mendengarkan pandangan mereka yang bekerja di bidang kedokteran sepakbola, yang menangani apa yang terjadi di lapangan dan tidak hanya duduk di belakang meja.”

“Jika saya mendapatkan kasus pemain atas staff yang positif, saya akan mengisolasinya, kemudian melakukan tes kepada yang lain. Jika mereka sehat dan hasil tesnya negatif, mengapa saya harus memperlakukan mereka seolah-olah mereka sakit? Apakah kita gila? Apakah orang-orang ini tahu apa yang sebenarnya dilakukan seorang tenaga medis?”

Selain itu poin penting lain dari protokol ini adalah memposisikan dokter medis klub untuk bertanggung jawab jika seorang pemain terkena COVID-19.

“Dalam hal ini, izinkan saya mengambil tanggung jawab untuk tidak memasukkan seluruh kelompok ke karantina. Saya tidak punya masalah dengan itu. Mari kita ikuti model Jerman, yang hanya mengkarantina orang positif selama 15 hari.” tambahnya.

Baca Juga

Calabria: Milan Harus Memiliki Target Besar Musim Ini

MILAN – Bek kanan AC Milan, Davide Calabria mengaku optimis untuk menjalani musim ini. Ia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *