Thursday , 1 October 2020 22:42
Home / Bundesliga / ‘Thomas Muller Itu Seperti Mesin, Dia Bisa Melakukan Apa Saja’

‘Thomas Muller Itu Seperti Mesin, Dia Bisa Melakukan Apa Saja’

MUNICH – Mantan pemain Bayern Munchen, Patrik Andersson melihat kehebatan seorang Thomas Muller jelang pertandingan final Liga Champions menghadapi Paris Saint Germain. Menurutnya, Muller bisa menjadi faktor penentu malam nanti.

Sebagaimana diketahui Thomas Muller sendiri merupakan pemain asli binaan Bayern yang tak pernah meninggalkan Allianz Arena hingga sekarang. Selama itu, pemain berusia 30 tahun ini telah menyumbangkan 199 gol dari 534 pertandingan di semua kompetisi.

Musim ini performa Muller memang jauh dari penampilan terbaiknya yang terjadi di musim 2015/2016. Namun menurut Andersson, Muller masih mampu melakukan apa saja.

“Thomas Muller adalah orang yang paling menginspirasi saya. Dia berlari seperti mesin, bersinar sebagai playmaker dan pencetak gol, bisa bekerja di sisi pertahanan dan di atas segalanya dia berbicara dengan tegas kepada rekan satu timnya. Secara keseluruhan, Thomas menjalani musim yang luar biasa.” ujar Andersson pada Sport Bild.

“Tapi faktor yang sangat menentukan dalam kesuksesan adalah bahwa Manuel Neuer sekarang kembali ke level tertinggi mutlaknya setelah cedera serius.”

“Pada tahap awal pertandingan terakhir melawan Barca dan Lyon, lawan memiliki peluang bagus. Jika Neuer tidak mencegah gol dengan brilian, Bayern mungkin tidak akan berada di final sekarang.”

Selain itu, Andersson juga memberikan komentarnya soal bagaimana Hansi Flick mampu merubah Bayern menjadi tim yang sangat menakutkan di kejuaran tingkat Eropa.

“Pengalaman Hansi Flick merupakan nilai tambah yang besar,” tambah Andersson.

“Dia adalah pemain Bayern, tahu klub luar dalam, dan kemudian belajar banyak di berbagai posisi di DFB. Dan yang terpenting, Flick memiliki kepercayaan mutlak dari timnya. Semua orang di skuad mengikutinya. Itu sangat penting.”

“Musim ini, Flick telah memperkuat para pemain yang paling membutuhkannya untuk kembali ke performa terbaik mereka. Contoh terbaik adalah Muller. Dia merasa pelatihnya seribu persen di belakangnya dan dia bisa melakukan apa saja.”

Baca Juga

Cetak Satu Gol Ke Gawang Mantan Klub, Leroy Sane Meminta Maaf

MUNICH – Punggawa anyar Bayern Munchen, Leroy Sane meminta maaf atas golnya saat Bayern menghancurkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *